Berita Ekonomi, Kehutanan dan Lingkungan

Pohon Kelapa Sawit Merusak Hutan

Medan, Kompas - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana memasukkan kelapa sawit sebagai tanaman hutan. Alasannya, hal itu akan merusak lingkungan dan hutan di Indonesia karena kelapa sawit banyak menghasilkan karbon dioksida.

 

Direktur Walhi Sumut Sahrul Isman Manik, Rabu (24/2), mengatakan, rencana pemerintah memasukkan perkebunan kelapa sawit menjadi bagian kawasan hutan akan merusak ekosistem. ”Meskipun kelapa sawit mampu menyerap karbon dioksida (CO2), CO2 yang dihasilkannya jauh lebih besar,” ujarnya.

Mengutip data hasil penelitian di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, ia mengatakan, 1 hektar kebun kelapa sawit yang ditanam selama 25 tahun menyerap CO2 130 ton sampai 180 ton ekuivalen. Akan tetapi, kelapa sawit itu menghasilkan CO2 sebanyak 927,9 ton ekuivalen per hektar. Bahkan, kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut bisa menghasilkan CO2 sebanyak 1.375 ton per hektar.

Artinya, konversi lahan gambut menjadi kebun kelapa sawit seperti yang selama ini terjadi, itu mempercepat proses pemanasan global.

Meloloskan kelapa sawit masuk dalam kawasan hutan sangat berbahaya. ”Bayangkan berapa banyak hutan alam yang akan terkena dampak pestisida, berapa banyak anak sungai dan sumber mata air yang tercemar, serta berapa banyak satwa dilindungi punah akibat menghilangnya sumber-sumber makanan,” ujarnya. (MHF)

 

Additional information